Monday, 02 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Minyak Menguat Sesaat, Tren Mingguan Melemah
Thursday, 14 August 2025 19:58 WIB | OIL |Oil,

Harga minyak naik pada Kamis(14/8) karena pasar fokus pada dampak pertemuan mendatang antara pemimpin AS dan Rusia terhadap pasokan global.

Pada 08:45 ET (12:45 GMT), kontrak berjangka Brent pengiriman Oktober naik 0,5% ke $65,94 per barel, sementara WTI naik 0,5% ke $62,97 per barel. Keduanya masih menuju penurunan sekitar 1% untuk kinerja mingguan.

Pertemuan Trump--Putin soal Ukraina jadi kunci

Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin dijadwalkan bertemu di Alaska pada Jumat untuk membahas gencatan senjata dengan Ukraina.

Trump pada Rabu mengancam akan ada "konsekuensi berat" jika Putin tidak setuju damai, dan sebelumnya juga mengancam menerapkan tarif tinggi pada pembeli utama minyak Rusia seperti India dan Tiongkok.

Jika ancaman itu benar-benar diberlakukan, ditambah pembatasan baru pada industri minyak Rusia, pasokan global bisa berkurang dan mendorong harga naik. Sebaliknya, pelonggaran sanksi pada sektor energi Moskow bisa menekan harga minyak.

Analis ING mengatakan, "Jelas ada risiko kenaikan harga jika pembicaraan tidak banyak menghasilkan." Menurut mereka, Trump bisa memperluas tarif sekunder ke pembeli energi Rusia lainnya. Meski pasar diperkirakan surplus pada akhir tahun ini hingga 2026 dan OPEC punya kapasitas cadangan, dampaknya masih bisa dikelola jika tarif hanya menyasar India. Namun akan lebih sulit jika tarif sekunder juga dikenakan pada pembeli besar lain seperti Tiongkok dan Turki.

Tertekan oleh prospek pasokan dan kenaikan stok AS

Pelemahan harga minyak pekan ini dipicu oleh proyeksi pasokan yang bearish dari pemerintah AS dan Badan Energi Internasional (IEA).

IEA memperingatkan pasokan global tampak "berlebih," terutama setelah OPEC+ menaikkan produksi sepanjang tahun ini. Badan tersebut juga melihat potensi kelebihan pasokan pada 2025-2026 dan permintaan yang melemah dalam beberapa bulan ke depan, dengan surplus sekitar 3 juta barel per hari pada 2026.

Sentimen negatif bertambah setelah data AS menunjukkan kenaikan stok minyak sebesar 3 juta barel dalam sepekan, berlawanan dengan perkiraan pasar yang mengharapkan penurunan 0,9 juta barel. Angka ini mengindikasikan berakhirnya musim perjalanan musim panas di AS-periode tiga bulan dengan permintaan BBM tinggi-yang biasanya mulai mereda saat memasuki musim gugur dan menuju musim dingin. (azf)

Sumber: Investing.com

RELATED NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem...
Thursday, 12 February 2026 19:28 WIB

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini...

Harga Minyak Menguat, Pasar Siaga Iran & Data Stok AS...
Wednesday, 11 February 2026 20:31 WIB

Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhaw...

Tensi Iran “ AS Jaga Minyak Di Jalur Hijau...
Tuesday, 10 February 2026 21:13 WIB

Minyak masih bertahan di zona hijau di hari Selasa (10/2), karena pasar belum berani buang "premi risiko" Timur Tengah. Per pukul 13:07 GMT (20:07 WIB), Brent naik +0,4% ke $69,32/barel, sementara WTI...

Oil Drops 1% US – Iran Talks Continue, But Threats Remain...
Monday, 9 February 2026 14:48 WIB

Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fe...

Minyak Naik, Pasar Nahan Napas Jelang AS - Iran...
Friday, 6 February 2026 20:33 WIB

Harga minyak bergerak sedikit naik dalam sesi yang bergejolak pada Jumat, ketika investor menilai arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap s...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS